Tampilkan postingan dengan label Perca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perca. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Negeri Parodi

Kredit

Banyak orang menjerit
Karena tak punya duit
Hidup terasa sulit
Kalo nggak punya duit
Duit, duit dan duit

Walau tak punya duit
Kan masih bisa-bisa kredit
Panci kredit, TV kredit
Mobil kredit, rumah kredit
Asal jangan pacar ngredit kredit kredit

Kamis, 12 April 2012

Mari, Tertawa

“BHINNEKA TINGGAL IKA”
Oleh Kong Gungtur Elmogas

nasibmu rakyat kebina-bina
bagai bocah tak bercelana
banyak pemimpin pada terlena
ampe presiden pergi ke negeri Cina

ngga ada nasi kumakan ubi
kapan-kapan rizki berlebih
demo-demo pun menjadi hobi
semua dah jadi nabi

Sabtu, 24 Maret 2012

Cahaya Dalam Penjara

INILAH MAKSIATKU
INILAH TAUBATKU

Oleh: A Kusuma Putra

aku salah ya …. Robb
maksiat kusangka cokelat
yang gampang kujilat-jilat
maksiat kusangka alpukat
yang selalu kuanggap nikmat
maksiat kusangka ketupat
yang gampang kulipat-lipat
maksiat kusangka tomat
yang membuatku muncrat
maksiat kusangka jimat
yang membuat aku kehilangan jiwa makrifat

Kamis, 15 Maret 2012

Doa di Balik Jeruji

Doa di Dalam Ruang Pengap
Karya : Jack Efendi

pada tumpuan detik yang telah pupus
dan menit yang mendekati putaran angka
yang menjadi penanda
aku tak bisa lagi mengeja
sebab aku telah kalah
oleh dentangnya jam yang terpasang di dinding

semuanya ;
mengingatkan aku pada alpa lelakuning urip
hingga samar guratan ketakutan
tampak mengeras di kening

Sabtu, 03 Maret 2012

Kampung Halaman Kita



.......?

Karya : Londo (Teater Arena)

aku pinjam sebentar penamu
untuk melukiskan kampungku

ah...

pori-pori tanah mulai tersumbat beton aspal
sepanjang jalan kecamatan-kawedanan
pohonan hilang
tumbuh berderet menjulang papan reklame

aku gelisah
kemudian masuk ke lemari pakaian

Sabtu, 25 Februari 2012

Dalam Dekapan Cinta

Surat Cinta untuk Sang Penguasa

angin itu masih angin yang sama
membawa panas di guratan cakrawala jingga
yang meruntuhkan mendung di bumiku,
seperti luruhnya kelembaban udara
menjadi serpihan-serpihan polusi ke bumi
angin itu membuatku rindu pada sosok keseimbangan
yang datang dan pergi seperti debu mencumbu rambutku

sosok yang mengguncangkan

sosok yang menggetarkan sudut-sudut tubuh si miskin
ketika mata elangnya menatap dalam

Kamis, 16 Februari 2012

Bulan Cinta

SITUN KONG GUNTUR ELMOGAS

gadis manis berwajah ayu
suara indah merdu merayu
ba' putri keraton yang kemayu
abang cuma bisa bilang ailopyu

dikelilingi dayang-dayang
di kepala tersusun kembang goyang
pemuda mabok kepayang
selamat valentin yang penuh kasih sayang

Sabtu, 11 Februari 2012

Meneropong Kepemimpinan lewat Puisi


 MENANTI SANG PEMIMPIN
Karya : A.R Arroissi
(Guru SMAN 1 Cikarang barat)

Detik demi detik terus berdetak
... Menit demi menit terus berpacu
Jam demi jam terus menapak
Hari demi hari terus berlalu

Tak kenal lelah engkau berputar
Seiring perjalanan waktu beredar
Sementara sang fajar keluar dari peraduannya dari sebelah timur
Untuk melanjutkan perjalanan ke arah barat.
Begitulah, setiap hari engkau berjalan

Jumat, 03 Februari 2012

Doa di Februari

SITUN KONG GUNTUR ELMOGAS
-PANTUN NAH-SEHAT

mbelah ketupat di Rawamangun
nyayur labuh parudin klapa
begitu jem empat lu kudu bangun
bejema'ah subuh ama bapa

pu'un labuh deket pu'un badur
kembang patah deket kuburan
abis subuh ngga labas tidur
tapi sigrah mbaca Al-qur'an

Senin, 30 Januari 2012

Jelang 2012


Cermin Kemarin. Kini Semakin Tua

debu kemarau
menempel pada baliho janji-janji
terbawa  air
hujan Desember membawa kabar
pada tanah basah
akar kering akan menjelma jadi tunas baru.

hari masih sama,
sesak dengan kemacetan di mana-mana
musim  tak dapat diterka,
kemarau digenangi air,
sedang di penghujan panas menyengat

Minggu, 29 Januari 2012

Religi di Mata Jalanan

MataKu Tembus
Jiwaku Halus.
Bertambah besarlah Kema(L)uanku.....!
lantas apa Ma(L)u Mu?
---Ekkie---

DOA DARI PENGKOLAN PEKAYON
meskipun aku hidup di jalanan
aku masih memiliki hati dan rasa
pada mereka yang berjuang melawan lapar,
ibu-ibu peminta di pematang kota

Sabtu, 14 Januari 2012

Sajak Negeri Awal Tahun

MELEPAS BELENGGU WAKTU
Oleh: Respati Wasesa

Apalah artinya rangkak jarum di atas angka
Detik berkejaran menuju menit, jam, hari, bulan dan tahun
Aku terlalu gugup menghadapi ini.
Aku tak tega mimpiku terpasung waktu.
bukankah hidup terlalu hitam untuk dikekang?

Jumat, 13 Januari 2012

Refleksi Akhir Tahun

NYANYIAN RINDU

Detik melaju 
mengubah hari berganti bulan
berapa tahun kita berpisah

Laun lepas suaramu 
samar melayang hilang 
tinggalkan seberkas kenangan

Walau jumpa dulu
hanya angan-angan bicara
namun kurasakan erat genggam jemari tanganmu
melahirkan kaulah saudaraku