Anak-anak berlarian dari arah perempatan lampu merah jalan Cut Mutia-Chairil Anwar Kota Bekasi menuju ke sebuah jalan kecil, sebelah Utara Kampus Universitas Islam ‘45’ (Unisma). Mereka membawa seperangkat alat musik seperti ukulele, bongol dan kecrek. “Mari naik,” kata seorang gadis kecil bernama Raina (12) pada teman-temannya.
Pengamen-pengamen itu masuk ke Perpustakaan Pinggir Kali: sebuah taman bacaan yang sengaja dibangun Komunitas Sastra Kalimalang. “Aduh, kepalaku kena buku!” gumam Riski (12), bocah jalanan yang setiap hari mengamen di perempatan.


